AKU DAN NAFASKU, MERINDUKANMU
Kalau mendengar lagu Letto yang satu itu, saat hati berada dalam kegundahan, ia(lagu ini) seperti Bintang Utara yang menunjukkan siapa dan di mana posisi kita, serta tanda, ke mana hidup kita akan menuju. Pada kenyataannya, sebuah karya yang baik tidak hanya berhenti pada penghiburan akan keindahannya, tapi juga bisa menjadi teman sekaligus Kompas dalam kesepian. Yakinkah ku berdiri, di hampa tanpa tepi Bolehkah aku mendengarmu? Terkubur dalam emosi, tak bisa bersembunyi Aku dan nafasku, merindukanmu Saat mendengarnya di sore kemarin, kalimat "aku dan nafasku merindukanmu", membawaku pada suasana merenung. Sebab temanku dari Pati pernah bercerita, kalau maksud dari lirik ini adalah tentang kita yang masih berada dalam kandungan. Ketika kita masih dikandung ibu, nafas sekaligus detak jantung kita adalah karunia agung Sang Maha Pencipta. Namun saat kita terlahir dan dewasa, 'kedekatan nafas' ini sering banyak terabaikan oleh aneka hal dunia ini. Ungkapannya tidak tegas ...