10 Mei 2026
Aku masih bisa menikmati sunyinya malam. Mungkin tidak seperti yang kuharapkan dalam menjalani saat ini, tapi tak seharusnya aku kecewa dan putus asa dengan hidupku. Aku masih bisa tertawa, dan tidak kehilangan logika. Masih menjadi manusia. Sebentar lagi akan sampai pada seribu hari kematian ibuku. Rasanya masih seperti kemarin. Padahal sudah hampir tiga tahun kepergiannya. Rasanya aku masih dalam perasaan kecewa yang sama, seperti beberapa hari setelah ibuku meninggal. Apakah mungkin luka ini tak dapat sembuh? Atau batinku masih saja terus menyangkal, atas semua kekejaman yang terjadi padaku dalam keluarga ini? Kadang aku berpikir, “benar kata Soe Hoe Gie, nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan. Atau mereka dilahirkan dan mati muda...”. Kesimpulan itu muncul ketika aku tak tahan dengan rasa kecewa yang kumiliki. Memiliki keluarga yang menyakitkan terasa lebih buruk ketimbang tidak memilikinya. Aku masih selalu ingin marah pada semuanya. Masih tak bisa menerima apa yang terjadi ...