Berkabar
Dua hari ini badanku terasa tidak enak. Sedikit meriang, tapi yang membuatnya cukup parah adalah lidah yang pucat, yang membuat rasa makanan menjadi semakin hambar. Bahkan malam jumat kemarin, aku biasa langsung menolak untuk diajak keluar, saat main ke rumah seorang sahabat. Sebab berat sekali rasanya untuk menahan hawa dinginnya malam. Mungkin sebab perubahan iklim, begitu pikirku dengan keadaan ini. Temanku juga merasakan hal yang sama, bahkan dia tidak bisa berangkat kerja hari ini. Karena bukan hanya dirinya yang sakit, tapi juga anak dan keadaan istrinya kurang beigitu baik. Aku berharap mereka lekas bagian dan kembali beraktifitas seperti biasa. Dalam kondisi meriang itu, aku cukup merasa kecewa dengan diriku sendiri. Kenapa aku yang seorang pengangguran profesional ini mudah sekali sakit. Rasanya kalah banyak dengan teman-teman yang setiap kali bekerja cukup keras. Fenomena kerja di kampung, yang terlalu banyak mengandalkan hal fisik. Aku sempat berfiki...