Saat masih jadi mahasiswa filsafat, saya beranggapan bahwa dosen yang paling mudah untuk di terima penyampaiannya ada dua, salah satunya adalah pak Fahrudin Faiz. Hera, teman satu angkatan saya pernah bilang, “ kalo pak Faiz masuk ruangan, rasanya kelas jadi adem ”. Begitu yang dia katakan setelah kuliah Tasawuf Falasafi bersama belau. Saya anggap itu sebuah pernyataan yang jujur dari pengalamannya sendiri. Pak Faiz memang cukup faforit di kalangan mahasiswa filsafat, baik pada saat saya masih mahasiswa atau oleh seorang alumni filsafat tahun 90-an yang pernah saya temui. Beliau mampu menjelaskan persoalan-persoalan filsafat dengan sederhana, sehingga mudah untuk dipahami pendengarnya. Cara penyampaian yang mudah itulah yang mendasari saya beranggapan bahwa beliau sudah faham. Sebagai mana Einstein pernah bilang, “bila kau tak bisa menjelaskan dengan sederhana, itu artinya kau belum faham”. Namun itu pengalaman dahulu, lima tahun sebelum pengajian beliau di Masjid Jendral Sudirman(...