Hal buruk apa yang bisa kamu atasi sampai hari ini?
Masih merindukanmu
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Komentar
Postingan populer dari blog ini
-
Diam Memang lebih baik diam Lebih tepat untuk ngobrol dengan diri sendiri Tak ada teman yang lebih baik dari diri sendiri 10/02/2025 Beberapa waktu yang lalu aku selesai membaca buku biografi Albert Einstein karya Walter Issaction. Karya yang bagus mengenai orang yang luar biasa. Aku jadi tahu Albert Einstein tidak hanya sebagai seorang jenius yang menggeluti bidang fisika, aku jadi lebih tahu dia sebagai seorang manusia. Aku tahu kultur di mana dia dilahirkan, wataknya sebagai pribadi yang berbakat, juga egonya sebagaimana anak muda pada masanya. Buku itu memberi tahuku bawah Einstein adalah sosok genius yang tetaplah manusia biasa, punya kerapuhan dan sifat negatif. Banyak hal yang dapat dibanggakan dan dipelajari darinya, tapi juga tetap ada hal-hal yang bisa di kritik. Terkadang, karena terlalu membanggakan seseorang, kita menganggap hal negatif darinya pun sebagai keistimewaan. Cara pandang seperti itu menjadi kecenderunganku selama ini, dan mungkin juga pada banyak orang....
Wahai Jiwa yang mengeja makna Di lembar luas samudra tak bertepi, Apakah kau menyelami batas atau kebebasan? Apakah kau merengkuh kehinaan atau kemuliaan? Ketika awan kelam bergulung di dada bumi, Aku mendengar panggilan tanpa suara: “Wahai yang rapuh, kau diundang kepada Keabadian. Runtuhkan tembok yang membatasi pemandanganmu!” Tuhan bukanlah tirai kabut yang tersembunyi, Ia gemuruh di denyut jantung semesta. Lihatlah burung yang melayang di cakrawala, Di balik sayapnya bergetar Nama yang tak tergantikan. Bukankah matahari adalah firman tanpa aksara? Bukankah angin adalah nafas Cinta yang tak terlihat? Setiap atom, setiap kerikil kecil di lembah, Adalah saksi—bisu namun penuh makna. Aku tanyakan pada jiwa, “Siapakah Engkau yang mengembara di tubuh fana ini?” Jiwa tertawa, seperti sang angin yang tahu rahasia, “Aku adalah cahaya dari Sang Cahaya, Pantulan kecil dari Rahasia Besar.” Lalu aku pahatkan doaku di langit kelam: Wahai Pemilik Waktu, bentangkan penglihatan ini. Jangan biarkan...
Tak ada Facebook hari ini Tak ada dunia lain yang menghubungkan kita Hanya layar kosong dan penuh ilusi Yang dulu memberi, kini hampa semata Satuan warna biru membawa mimpi Menghubungkan ego-ego untuk saling membenci dan memuja Kita terikat, tapi sendiri Terlalu dekat, namun tak lagi ada Senyum jadi simbol tanpa makna Saling sapa tergantikan tanda suka Dalam riuh yang selalu ada Kita perlahan menjadi tiada Tak ada Facebook hari ini Mungkin esok kita kembali berbicara Tanpa layar, tanpa batas semu Menyambung hati yang nyaris tak bertemu
Komentar
Posting Komentar
terimakasih atas perhatiannya