Malam ini, masih belum bisa tidur, sudah baca buku sampai gabut, sudah gak enak lagi dipaksa. Lanjut saja Play lagu Lene Marlin di Spotify. Mood jadi lebih baik.
Mulai malam tadi, aku berniat tak lagi ingin mendengarkan musik. Aku putuskan untuk berhenti dari kenikmatan itu, mendengarkan album-album yang kusukai, lewat headset kabel yang bagus dari Mas Zen, dan juga menggunakan pemutar musik yang sudah kubeli dari Play store. Meski harganya cuma tiga puluh lima ribu, tapi pengalaman mendengarkan musik lewat aplikasi ini tidak mengecewakan. Aku pernah hampir setahun berlangganan Spotify , lalu aku berhenti. Keputusan untuk membatasi diri pada lagu yang kusukai, dan tanpa harus ada distraksi, Ilegal downloading- lah solusinya. Sudah cukup banyak lagu yang terkumpul. Terutama rangkaian album. Mulai dari yang religius sampai yang liberal, termasuk juga lagu-lagu instrumental. Aku ingin menyerahkan waktuku untuk melamun. Menyelami kekosongan. Meski beberapa lagu dari U2, masih terngiang di kepalaku sampai saat ini. Foto dari majalah RollingStone . Aku memang mulai begitu menikmati lagu-lag...
Hay blog Malam ini aku melanjutkan membaca otobiografi Maria Sharapova berjudul UNSTOPEBLE; My Life So Far . Buku uang sudah lama Kudapat, surah juga dipamerkan lewat Instagram, tapi masih belum selesai kubaca. Aku baru sampai pada momen dia memenangkan Wimbledon, Gram Slam pertamanya di usia tuju belas tahun. Setelah membaca bagian itu, aku malah cenderung melamun dan kemudian terpikir untuk menulis. Sebenarnya ini bukan buku bahasa yang pertama kubaca. Mungkin ini buku keempat. Buku yang pertama kubaca dalam basa inggris berjudul Space. Sebuah buku tentang luar angkasa yang kubeli di Yusuf Agensi. Harganya lima ribu rupiah. Waktu itu, saat aku masih awal kuliah, aku memang berniat untuk lebih dekat dengan bahasa inggris. Namun sayangnya buku itu cukup rumit. Ada banyak kosa kata yang sulit dipahami, dan juga logika atau keterangan tentang dunia fisika yang rumit untuk ku cerna. Aku cenderung mengartikan setiap kata yang kutahu, dan rasanya hampir semua kata cenderung aku cari di kamu...
Obrolan dengan Isma kemarin membuka halaman kedua untuk youtube ku. Entah bagaimana pun apresiasinya, dan berapa banyak yang menonton, aku sendiri kurang peduli. Audionya memang masih jelek. Tidak begitu nyaman untuk didengarkan. Tapi dalam obrolan mengenai buku itu, kita berbicara banyak hal. Mulai dari cover buku yang bagus, dan itu membuat kecewa saat membaca isinya, tentang kesehatan mental, dan juga hal-hal yang menjadi kontrak kita dengan Tuhan. Dari pembahasan yang terakhir itulah hal yang menarik didapatkan dari buku itu. Bahwa setiap kita memiliki kontrak pribadi dengan Tuhan. Tentang siapa kita dan apa yang mesti kita jalani di dunia ini. Bila mengenal kontrak itu, kita akan bisa dengan damai menjalani hidup. kita lahir dalam kondisi sepi. Sendiri di dalam perut seorang ibu. Kita bertumbuh dan dibesarkan oleh keluarga dan lingkungan. Pada saatnya nanti, kita akan menghadapi kesendirian lagi, di dalam fase kematian. Ada banyak hal yang bisa ditanyakan, atau dibahas dal...
Komentar
Posting Komentar
terimakasih atas perhatiannya