Tak ada yang bisa kukatakan untuk diriku sendiri. Aku sudah membuka laptop untuk menuliskan sesuatu, tapi malah berputar-putar tak karuan. Mungkin karena ada yang mati. Ada mode pikiran yang tak berfungsi, sebab aku tidak pernah menggunakannya. Terlalu asyik memanjakan diri sendiri sehingga lupa untuk berbuat sesuatu. Padahal hidup bukan Cuma bernafas. Bukan Cuma bisa makan dan merokok, tapi gelombang kesadaran yang terus berdentum. Berkali-kali kucoba untuk memulai, tapi selalu berantakan di tengah jalan. Aku kehilangan kekuatan untuk terus berusaha, kehilangan semangat untuk hidup. Kehilangan hal paling penting dalam kehidupan, cinta. Ini bukan akhir cerita, tapi hidup yang tidak hidup, karena kehilangan daya dan kehilangan fitrahnya, terasa lebih buruk dari kematian. Sudah lama Rendra mengingatkan akan hal itu, tapi sampai kini aku tak juga mengerti. Bukan sepi atau keramaian, bukan pula kedekatan atau keterasingan, tapi aku butuh menyalakan sesuatu untuk menjalani hidupku kem...
Untuk kedua kalinya aku membaca novel ini. Pertama di saat masa korona yang membosankan. Waktu itu aku banyak men- download buku PDF di internet. Termasuk beberapa bukunya Paulo Coelho. Sebab aku terkesan saat pertama kali membacanya. Juga novel GodFather karya Mario Puzo. Walau sudah menonton filmnya lebih dari sekali, tapi aku masih penasaran dengan bukunya. Aku yakin ada banyak yang bisa diungkapkan dari bukunya, yang tidak tertangkap dalam film itu. Secara umum, buku ini mengisahkan perempuan yang mempelajari sihir. Dalam perjalanannya itu, selain belajar banyak hal tentang rahasia semesta, dia juga bertemu dengan pasangan jiwanya, orang ditakdirkan untuknya dalam inkarnasinya saat ini. Namun cinta dan pertemuannya tak membuatnya bersama, dan itu menjadi bagian penting dalam melihat takdir. Ada dua cara dalam mempelajari sihir, yakni dengan mengikuti Tradisi Matahari dan atau Tradisi bulan. Kedua tradisi itu mengajarkan ritual dan pemahaman nilai-nilai Jiwa Dunia, yang menje...
"Pertumbuhan yang buruk disebabkan oleh akarnya ." Begitu kalimat dalam anganku ketika menengok pohon-pohon pisang sore tadi. Sambil membersihkan area sekitarnya, pikiranku terus bertanya, kenapa pertumbuhan tanaman ini tidak maksimal? Ada yang sudah tumbuh besar, ada juga yang masih sama ketika pertama kali ditanam, namun tidak mati. Setelah kubersihkan area sekitarnya. Kulihat daerah akarnya terlalu banyak air, yang itu membuat akar basah dan mengalami pembusukan. Samping juga sudah tumbuh banyak rumput di sekitar pohon, sehingga menutupi akar. Akibatnya, daerah akar banyak dihuni oleh semut dan hama pengganggu pertumbuhan. Kedua hal itu membuat akar menjadi tidak sehat, dan tanaman tidak lekas tumbuh. Padahal pohon ini sudah kutanam hampir dua tahun yang lalu, tapi tampaknya masih seperti baru ditanam kemarin. Sesuatu yang hidup tanpa pertumbuhan, terasa seperti mati. Mungkin ini memang salahku, kurang banyak memberikan sesuatu yang diperlukan pada awal penanaman. Mungkin ...
Komentar
Posting Komentar
terimakasih atas perhatiannya