kebodohanku
Hai blog
Aku sering bertanya, tentang apakah hidupku ini layak untuk
dilanjutkan? Dan aku tak sanggup menjawabnya. Pada momen-momen tertentu,
pertanyaan itu semakin menguat. Aku merasa tak sanggup menanggungnya. Lalu aku
mulai menilai banyak hal yang salah pada hidupku, yang kurasa bukan salahku.
Aku mulai menyalahkan keluargaku, menyalahkan orang-orang di sekitarku. Aku
menyalahkan dunia yang sudah salah salam menjalankan perannya untukku. Tapi
kemudian kusadari kembali,
memangnya aku ini siapa?
Dasar bodoh
Kurasa, dalam kebingungan itu, aku tak butuh jawaban. Aku
butuh untuk bicara pada kehampaan. Persis seperti aku bicara padamu saat ini.
Rasanya semua ini adalah kenyataan dari betapa kosong dan rapunya hati dan
jiwaku. Mungkin memang selama ini aku tak bisa mengenali siapa diriku. Ini
semua adalah hasil dali kemalasanku untuk mencari, dan tekun dengan langkah
yang ada.
Aku merasa begitu terlambat untuk membangun diriku. Aku
menjadi manusia, gak dadi wong di umurku yang sudah sekian tahun. Masih
terus terjebak dengan masa lalu dan tak punya tujuan dan juga makna untuk
hidup. Kosong, benar-benar kosong. Semua yang kujalani selama ini hanya omong
kosong belakang. Terkadang aku merasa tak seharusnya dilahirkan. Mirip seperti
lirik yang di tulis oleh Fredy Mercury.
Bahkan saat ini aku bingung, apakah aku sudah putus asa atau
belum. Lebih hanya sekedar segan untuk hidup tapi tak berani mati. Terkadang
masalah-masalah itu menekanku begitu rapat, sampai aku tak ingin hidup, tapi
ada waktunya masalah itu terasa jauh dan ringan. Selalu ada momen di mana aku
masih punya banyak harapan, masih bisa memulai ini dan itu, masih bisa berpikir
untuk bisa melakukan sesuatu yang besar pada akhirnya. Seakan semua ini masih
butuh sabar dan konsisten.
Dua hal inilah yang selama ini menjadi kebodohanku.
Komentar
Posting Komentar
terimakasih atas perhatiannya