Postingan

Terjebak Dalam Lingkaran Cerita dan Wacana

Begitulah aku sebagai manusia   Penuh dengan paradok Sebuah kutub antara diri yang bercerita dan diri yang menjalani             Malam ini aku tak bisa tidur. Setelah banyak melakukan sesutu yang tidak dapat membuatku menjadi ngantuk dan tertidur, akhirnya aku putuskan untuk meminjam laptop dan menulis seadanya. Barangkali ada manfaatnya, atau malah hanya menjadi sampah. Temanku pernah bilang, terkadang “sampah” pun ada manfaatnya.             Hari-hariku berjalan biasa-biasa saja, memang ada satu dua hal yang menimbulkan gejolak, tetapi secara umum semua itu hanya kebiasaan saja. Entah itu kebiasaan baik atau buruk. Diantara   semua yang kujalani akhir-akhir ini aku tidak banyak berfikir mengenai ekspektasi dalam hidupku. Bukannya hal itu tidak ada, tetepi aku saja yang tidak serius memikirkannya. Aku terlalu larut dan mengalir.   ...

Tik Tik Tik

Ada yang bilang kalau setiap hal adalah yang kita lihat dan rasakan adalah cermin diri kita sendiri. Jika suatu ketika kita merasa suasana membosankan, maka bisa jadi kita sendiri juga membosankan. Atau pada saat tertentu kita ingin di hargai atau di perjuangkan, mungkin sebenarnya diri ini sendiri yang kurang menghargai dan mau berjuang. Kemudian ego yang terlalu kuat membuat orang enggan mengakui kelemahan dan kekurangan diri sendiri, sehingga tindakan yang diambil adalah mengkambinghitamkan orang lain. Mustinya memang harus "menengok kedalam sebelum bicara, berusaha menyingkirkan debu yang masih melekat" seperti yang diungkapkan Ebit GAD. Musti harus diketahui bahwa diam juga bagian dari rerorik. Tanpa bicara semua bisa diucapkan lewat "kata laku" kemuadian biarkan orang lain membacanya. Ini bukan saatnya untuk memulai kembali dari awal. Semua yang sudah dimulai musti diselesaikan. Tak usah terlalu difikirkan seberapa beratnya, juga tak perlu dihitung berapa ha...

Hening

Sepi yang mencekam Tiba-tiba saja dia datang Di tengah keramaian Masa lalu membuatku berhenti Aku terseret kembali Menyusutkanku dalam ruang terang Aku kembali diam Bukan dalam ruang tenang Tapi dalam jiwaku yang kembali Yang hanya akan menjadi hening sementara Salahku sendiri Tak membatasi fikiran yang mencari

18/04/2018

Selamat malam. Malam ini aku tak tahu harus melakukan apa? Seharusnya aku focus belajar untuk ujian Munaqosah besok, tapi aku tak tahu harus kuawali dari belajar dari mana. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menuliskan sesuatu. Entah hal ini akan cukup membantu atau tidak, aku juga tak yakin bahwa semuanya akan berjalan lancar besok. Kini sepertinya aku hanya ingin bicara soal diriku. Aku mulai dari ingatanku saat kecil. Aku bukan anak yang baik sejak kecil bahkan sampai sekarang. Semua karena aku yang tidak begitu pandai dalam berlajar dan bersikap. Tapi bisa jadi karena keluargaku yang salah mendidik. Aku tumbuh dengan ketiadaan sosok ibu. Bahkan sejak aku belum bias berjalan. Aku tidak bisa bilang kalau itu salah ibuku. Mungkin saat itu memeng tekanan begitu kuat mendorongnya terbang ke malaisya. Tapi itu seperti menjadi masalah utama dalam hidupku. Karena dari situ sepertinya aku hanya hidup bersma makan dan perintah. Bahkan saat itu tak ada yang mengingatkan untuk makan. Kar...

Bukan aku yang kau cinta – Poppy Mercury

Benarkah ini wajah semalam Yang penuh rindu dendam Aduh sayang cinta suciku Ketika itu padamu bagaikan debu Kini kenapa datang semua Dengan derai air mata Tidakkan dulu kau yang berkata Diriku bukan yang kau cinta Haruskan ku memaafkan Kesalahan yang kau lakukan Sedangkan kesan perbuatanmu masih kurasakan Ku tak mau berulang ku rawang cintamu Tak tertelan lagiku betapa pahitnya Kutau siapa engkau, Lahir batinmu Cintamu berlumuran dusta dan keraguan Dari terus makan hati, yang mungkin hingga kemati Lebih baik saja kusendiri begini Cukuplah hanya sekali, kumerasakan Tidaklah dulu kau yang berkata Diriku bukan yang kau cinta Akhir-akhir ini begitu akrab sekali dengan lagi ini. Hampir setiap petemuan dengan teman, MP3 Androidnya sering memutar lagu ini. Mereka bilang lagu ini pas dengan keadaanku. Seharunya aku bisa kuat seperti yang di nyanyikan oleh Poppy Mercury. Meski pada kondisi dasarnya masih merasakan sakit. Hingga pada akhirny...

Refleksi

Sudahlah Pada akhirnya hidup adalah tentang hari ini Kemarin sudah menjadi yang kau lewati Relakan dan sabarkan dirimu Semua proses itu tetap butuh di-elmu-ni Harusnya kau gembleng dirimu, waktu demi waktu Membentuk karakter, kemudian mengukirnya Mendobrak semua kemapanan selama ini Terus bergulat dengan waktu, bersama ketidakkelasan Kadang kau harus diam dan mendengarkan hatimu bicara Jangan biarkan fikiranmu terus terjebak dalam arus retorika Harus kau rangkai puisimu sendiri Yakinlah pada kemungkinan bahwa kau bisa Kerahkan jiwa-raga untuk mencapai cita-cita Pada akhirnya kau hanya perlu menjadi manusia

Berdamai dengan diri

Terkadang aku bertanya pada diri. Apakah aku sudah bisa mengikhlaskan dan memaafkan apa yang sudah terjadi? Jawabannya terasa tidak, tetapi terkadang bisa iya. Namun apapun yang terjadi kita memang tidak akan sanggup memutar waktu. Kenyataan yang buruk di masa lalu sangat bisa menghentikan langkah kita. Bergerak maju tidak begitu saja mengindarkan kita dari masa lalu. Kurasa benar bahwa “hidup bukanlah soal masa depan, tetapi soal hari ini yang harus lebih baik dari hari kemarin” [1] . Pada akhirnya semua ini bukan soalapa yang kau tanam akan kau tuai. Kesetiaan yang kau tanam ternyata tidak berbuah manis. Loyalitas yang kau berikan juga sudah tidak berarti apa-apa. Bahkan “kawan” yang kau jaga malah menertawakanmu di belakang. Mungkin ada dua hal yang seharusnya kau perhatikan selama ini. Pertama. Kau terlalu sombong dengan apa yang kau anggap milikmu. Seharusnya kau sadar bahwa kesombongan adalah api. Api bisa menghanguskan materi, api bisa membuat air menguap dan api juga...