Postingan

Kejernihan

Gambar
Hai Blog Semoga kejernihan selalu melingkupi jiwa kita setiap hari. Membimbing kita dalam tiap langkah dan keputusan yang harus diambil. Atau sekurang-kurangnya, kita memiliki teman yang cukup jernih untuk memberi perspektif dan juga bimbingan kehidupan. Sebab kejernihan tidak hanya memberika kejelasan, tapi juga kesegaran dalam menjalani hidup. Dalam keadaan atmosfir kehidupan yang begitu keruh ini, hal paling kita butuhkan adalah kejernihan dan keteguhan untuk menggamnya. Begitulah yang kudapatkan dari perjalanan kemarin, ketika main ke penginapan teman di kaki Gunung Slamet. Tempat dengan udara yang begitu dingin, sangat dingin bahkan dalam ukuran tubuhku, terutama di musim yang banyak hujan ini, dan juga airnya yang jernih dan menyegarkan. Kesegaran itu tidak hanya memberikan sensasi tersendiri pada tubuh, tapi juga membawa pada kesegaran pikiran untuk melanjutkan kehidupan. Maka sebuah keputusan yang tepat bilamana orang sama pergi ke gunung, entah untuk menginap di vi...

Diam dan Rasakan Saja

Beberapa kutipan yang kusimpan dari novel Pride and Prejudice karya Jean Austen

Gambar
Beberapa kutambahkan kesanku mengenai kalimat yang dirangkainya. • “Miss Bingley memberitahuku,” kata Jane, “bahwa dia memang tidak banyak bicara, kecuali di antara teman-teman dekatnya. Bagi mereka, dia sangat menyenangkan.” -- Mr. Darcy adalah contoh manusia Introvert pada zamannya, sebelum abad 21. • Seseorang bisa menjadi angkuh tanpa menjadi sombong. Keangkuhan terkait dengan anggapan kita terhadap diri kita sendiri, sedangkan kesombongan terkait dengan bagaimana kita menginginkan orang lain berpendapat tentang diri kita.” • “Mungkin akan melegakan,” jawab Charlotte, “kalau kita bisa menunjukkan perasaan kita di depan umum. Kadang-kadang, menyembunyikan perasaan juga bisa merugikan. Jika seorang wanita menutupi rasa sukanya kepada seseorang, dia mungkin akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan-nya, dan dia salah jika beranggapan dunia tidak mengetahui apa-apa • Ketika Jane sudah semakin merasa nyaman ketika berada di dekatnya, dia akan lebih mudah jatuh cinta -- Jane Austin se...

Nyaris Kosong

Saat ini benar-benar pagi yang buta. Mentari yang tertutup awan. Suasana yang sunyi. Suara burung pun tak seramai biasanya. Satu masalah yang mungkin membuatku terlena saat ini adalah, aku masih merasa bahwa hidupku baik-baik saja. Pada kenyataannya hidupku begitu jauh dari itu. Bahkan diriku tak lebih baik dari pengemis yang meminta di jalanan. Hanya saja aku memilih lari dari keresahan.  Ah, celaka sekali rasanya

Kutanya Diriku Sendiri

Belakangan ini aku merasa ingin sekali pulang. Bahkan sebelum puasa dan lebaran dimulai. Aku ingin merasakan suasana rumah. Aku rindu dengan tanah dan udara yang ada di sana. Aku rindu dengan makanan dan air yang ada di tempat di mana aku dilahirkan. Aku juga rindu dengan bapak dan saudara-saudaraku, meski tak pernah sepenuhnya hilang rasa sakitku atas mereka. Mungkin aku rindu kenyamanan itu, seperti seorang anak rindu kenyamanan di tubuh ibunya sebelum dilahirkan. Namun aku belum juga pulang, sebab tak ada kemantapan hati untuk memutuskannya. Ada banyak sakit yang tak sembuh, dan masih begitu rumit rasa marah yang tak sanggup terdamaikan. Entah mungkin semua ini belum waktunya untuk sembuh, atau aku yang belum mampu mengobatinya. Semakin hari, keinginan untuk pulang – sebelum bulan puasa ini – semakin kuat. Aku harus membuat ijin pulang selama seminggu, tapi aku juga tidak akan kecewa jika kesempatan itu tak ada. Sebab bisa jadi itu bukanlah sesuatu yang sungguh untuk kuinginkan. A...

Lebih Dekat Dengan Mbah Einstein

Gambar
Diam Memang lebih baik diam Lebih tepat untuk ngobrol dengan diri sendiri Tak ada teman yang lebih baik dari diri sendiri 10/02/2025 Beberapa waktu yang lalu aku selesai membaca buku biografi Albert Einstein karya Walter Issaction. Karya yang bagus mengenai orang yang luar biasa. Aku jadi tahu Albert Einstein tidak hanya sebagai seorang jenius yang menggeluti bidang fisika, aku jadi lebih tahu dia sebagai seorang manusia. Aku tahu kultur di mana dia dilahirkan, wataknya sebagai pribadi yang berbakat, juga egonya sebagaimana anak muda pada masanya. Buku itu memberi tahuku bawah Einstein adalah sosok genius yang tetaplah manusia biasa, punya kerapuhan dan sifat negatif. Banyak hal yang dapat dibanggakan dan dipelajari darinya, tapi juga tetap ada hal-hal yang bisa di kritik. Terkadang, karena terlalu membanggakan seseorang, kita menganggap hal negatif darinya pun sebagai keistimewaan. Cara pandang seperti itu menjadi kecenderunganku selama ini, dan mungkin juga pada banyak orang....

Terasing di "Maya Dunia"

Tak ada Facebook hari ini Tak ada dunia lain yang menghubungkan kita Hanya layar kosong dan penuh ilusi Yang dulu memberi, kini hampa semata Satuan warna biru membawa mimpi Menghubungkan ego-ego untuk saling membenci dan memuja Kita terikat, tapi sendiri Terlalu dekat, namun tak lagi ada Senyum jadi simbol tanpa makna Saling sapa tergantikan tanda suka Dalam riuh yang selalu ada Kita perlahan menjadi tiada Tak ada Facebook hari ini Mungkin esok kita kembali berbicara Tanpa layar, tanpa batas semu Menyambung hati yang nyaris tak bertemu