NGALOR-NGIDUL
Hidup adalah menunda kekalahan Ungkapan terakhir dari puisi Derai-Derai Cemara karya Bung Chairil Anwar itu memang luar biasa. Tidak hanya mewakili perasaan, namun juga nyambung dengan benak pikiran kita. Mungkin memang begitulah lazimnya sebuah puisi mengungkapkan maksudnya. Sebab sebuah puisi tidak hanya soal kata-kata lugas dan cerdas, tapi juga menyentuh. Namun jika puisi hanya bergelut dengan perasaan dan tidak dibarengi dengan kekuatan nalar, ia akan tampak mendayu. Tidak “gagah berdiri”. Jaman ini juga banyak lagu pop yang begitu melayu. Yang mengungkapkan kisah cinta dengan nada yang mendayu-dayu. Namun sebagian musisi membuat lagu perpisahan dengan gagah dan tidak cengeng. Jika harus memilih, maka aku akan lebih suka dengan lagu perpisahan yang elegan dan tampak gagah. Tidak menye-menye apa lagi sampai terkesan Ambyar. Meskipun kita juga tetap tak bisa membohongi rasa sakit tersebut. Ngomong-ngomong soal Ambyar. Aku merasa hatiku cukup terguncang akhir-akhir ini. Sebab a...


Komentar
Posting Komentar
terimakasih atas perhatiannya