Postingan

Stasiun Gubeng (KA. Sriwijaya, Jurusan Banyuwangi-Yogyakarta)

Gambar
KENYAMANAN Kadang diupayakan, kadang dipasrahkan Stasiun Slawi Perpisahan untuk saling merindukan

BOOM Marina Banyuwangi

Gambar
Sore Tadi Kelaur Bersama Keluarga Wahana naik kuda di pantai Danau di sore hari Suasana Menjelang Malam CAFE Yang Romantis dan Tempat Jajanan yang Beragam Tempat Foto dan Aneka Permainan Pasar Malam Tempat Parkir Yang Luas Sekali NB : Tersedia 2 Musholla di dekat Pantai. NB 2: Tiket masuk 17k untuk dua orang dengan satu motor. Saat masuk wajib memakai masker dan ada protokol untuk menggunakan Hand Sanitizer dari petugas. Tempat ini sangat bagus untuk anak muda dan juga piknik keluarga. Sepertinya akan lebih baik kalau kemudian ada wahana seperti di WBL atau Jatim Park. Seperti Roll Coaster, Histeria, dan Kora-kora.

Foto Hari Ini

Gambar
H-3 Lebaran 2021 Saat melihat bapak-bapak berhenti naik sepeda dan diam sendirian. Aku tersentuh melihatnya, dan jatuh dalam pikiran mengenai sepi dan perenungan

ehm

Sudah dua minggu di rumah, dan rasanya tidak ada sesuatu yang terasa istimewa. Rumah masih tampak seperti rumahku yang dulu. Ada banyak masalah dan banyak rasa tidak enak yang berseliweran. Itulah mengapa sejal dulu naluri menuntunku untuk lebih menyamankan diri di luar rumah. Bahkan saat ini aku dirumh pun aku masih tidak begitu bersedia untuk menganggap semua propertinya milikku. Aku masih menganggap semua ini adalah sebuah tumpangan gratis. Sebenarnya ada banyak hal yag rencananya akan kulakukan selama di rumah. Mulai dari menghatamkan buku, menulis, dan juga mempelajari multimedia. Namun semuanya tidak terlaksana dengan dengan semestinya. Mungkin cuma upload satu dua barang di toko online, itu pun dilakukan dengan setegah memaksa. Memang seharusnya aku lebih giat dalam memaksa diri melakukan sesuatu yang pantas dianggap kerja. Tidak anya menonton video dan juga utak-atik HP gak jelas. Aku selalu ingin marah dengan keadaan masalaluku. Rasanya tidak akan pernah ada keadilan jika ...

Manfaat dan Tidaknya

Gambar
Setelah membeli part untuk sound, aku jadi merasa bersalah. Sebab kupikir hal ini akan memiliki efek buruk pada anak-anak. Jiwa yang belum siap untuk memanfaatkan sesuatu yang ada dan juga masih belum mengerti nilai kepantasan. Tapi entah mengapa kemarin saat membelinya aku tidak begitu berpikir mengenai hal itu. Barang kali ini lah yang dinamakan dengan diri yang kurang menghitung. Seorang yang dewasa dan bijak seharusnya mampu menghitung banyak hal dari satu keputusan yang dia buat, baik itu untuk dirinya sendiri dan juga untuk orang lain. Bagaimanapun hal ini terjadi karena keputusanku dan aku harus bertanggungjawab atas apa yang sudah kupilih. Termasuk mengatasi efek negatif dan siap disalahkan jika efek negative itu sesuatu saat ada. Karena sebenarnya memang tidak ada dampak baiknya dari perbaikan audio ini. Bukanlah mereka semua sudah punya headset masing-masing. Serasa lebih bermanfaat bila sound itu diletakkan di ruang computer yang umum dipakai untuk mengedit film. Tapi...

Waktu Yang Tepatat Untuk Menikah

Gambar
Blam. Kapan kamu menikah? Ya nantilah, kalau waktunya . Kamu sudah punya pacar? Belum Berarti waktunya akan tiba cukup lama Bisa jadi, Sekarang aku masih bermodal keyakinan. Kenapa kamu bisa yakin? Pacar tak punya. Kerja juga serampangan. Penghasilan minus. Memang apa yang membuat cewek mendekat kepadamu. Kita bukan anak remaja yang suka sama orang cuma karena parasnya saja. Kuputusan untuk pergi, karena aku sudah tidak tahan mendengar omongannya. Semakin banyak dia bicara, pikiranku jadi makin kacau. Sampai di kamar aku jadi marah dengan keadaan ini. Kenapa dunia tidak bisa menerima keyakinanku. Aku bahkan tak meminta orang lain untuk mempercayai. Tapi mengapa mereka dengan mudah membantah. Mentang-mentang sudah menikah. Dia merasa hidupnya sudah lebih maju dariku. Dia pikir hidup ini lari maraton. Siapa yang sampai duluan, dia yang sukses. Bagaimana mana kalau hidup ini adalah sebuah perjalanan. Dan tiap orang punya jalannya masing-masing. Begitu juga dengan jalannya ...

Dzikir

Gambar
Hari ini pendapatan dari menjual bakso tusuk menurun drastis. Yang rata-rata setiap harinya bias lebih dari lima puluh ribu, tadi hanya dapat 30 ribu. Dalam benakku langsung terlintas pertanyaan, “kok bias segini?”. Jawaban yang timbul kemudian adalah, mungkin memang pasar sudah bosan dengan menu yang ada. Bukankah setiap harinya berapapun jumlah yang ku setorkan selalu habis? Memang iya. Sebenarnya ini bukan soal serius. Mugnkin karena hari-hari ini perasaanku agak kacau saja, sehingga keadaan yang sepele terasa menjadi persoalan yang serius. Sulit memang menjadi pribadi yang kuasa berkuasa mengontrol diri untuk tetap tegak menghadapi persoalan yang silih berganti. Apalagi juga persoalannya menyangkut materi dan juga harga diri. Mungkin juga karena aku kurang banyak bedzikir. Kata Kiai Haji Mustofa Bisri atau Gus Mus, kebiasaan berdzikir itu juga sama pentingnya dengan kebiasaan berfikir. Jangan sampai kita hanya condong pada salah satunya. Sebab itu akan menjadikan diri lemah atau ...