Postingan

Buku Berkesan Di Tahun 2021

Gambar
Jika diakumulasi dalam satu tahun, kukira jumlah buku yang aku baca cukup banyak. Namun ketika dipikir bahwa setahun itu 12 bulan atau 365 hari, maka jumlah buku yang ku baca ini sangat sedikit. Yang lebih mengesankan adalah tentang bagaimana aku memilih buku untuk tahun ini. Saat aku sendiri sudah tidak kuliah dan tidak banyak peduli dengan persoalan tugas akademik. Namun aku tetap ingin membaca buku, sebagai teman, hobi dan juga jenis eksistensi. Tidak melulu buku filsafat, meski sebagian besar mengarah ke situ. Semua buku pilihan ini karena pengaruh media sosial teman-teman dan juga keinginan pribadi untuk belajar dari pandangan tokoh-tokoh yang ada. Pilihan buku itu banyak jatuh pada bacaan ringan. Ada juga buku filsafat yang agak ringan, tidak filsafat yang berisi konsep yang cukup rumit. Sebenarnya aku ingin membaca buku filsafat yang cukup tinggi seperti Frijcof Capra, Noam Chomscy dan lain-lain. Buku yang aku pilih lebih pada filsafat kelas menengah seperti Eric form dan Am...

NGALOR-NGIDUL

Gambar
Hidup adalah menunda kekalahan Ungkapan terakhir dari puisi Derai-Derai Cemara karya Bung Chairil Anwar itu memang luar biasa. Tidak hanya mewakili perasaan, namun juga nyambung dengan benak pikiran kita. Mungkin memang begitulah lazimnya sebuah puisi mengungkapkan maksudnya. Sebab sebuah puisi tidak hanya soal kata-kata lugas dan cerdas, tapi juga menyentuh. Namun jika puisi hanya bergelut dengan perasaan dan tidak dibarengi dengan kekuatan nalar, ia akan tampak mendayu. Tidak “gagah berdiri”. Jaman ini juga banyak lagu pop yang begitu melayu. Yang mengungkapkan kisah cinta dengan nada yang mendayu-dayu. Namun sebagian musisi membuat lagu perpisahan dengan gagah dan tidak cengeng. Jika harus memilih, maka aku akan lebih suka dengan lagu perpisahan yang elegan dan tampak gagah. Tidak menye-menye apa lagi sampai terkesan Ambyar. Meskipun kita juga tetap tak bisa membohongi rasa sakit tersebut. Ngomong-ngomong soal Ambyar. Aku merasa hatiku cukup terguncang akhir-akhir ini. Sebab a...

()

Gambar
Apa kabar mu? Sehat selalu disana Tidak sakit dan goyah Juga tidak banyak masalah Aku tidak rindu Hanya kesepian, sendiri Tapi itu bukan karena jauh darimu Kupikir kau tidak akan bisa mengerti Kau selalu bodoh dan naif Kau hanya membuatku hidup Tapi tak membuatku terkesan Kau hanya memberi makan Tapi tak memberikan pelajaran Kau jadikan aku sebagai alasan Kau membesarkan ku dengan banyak ancaman Kau buat aku akhirnya memberontak dengan banyak "ketetapan" Kau tak pernah benar-benar menyadari akibat dari kesalahan Aku ingin membuangmu, tapi tak bisa Aku ingin marah pada semuanya, tapi aku tak tega, dan tak ada gunanya Tapi aku emosi Aku merasa aku harus marah Aku tidak bisa terima dengan semua ini Dan aku tidak akan pernah bisa mengerti

Khotbah Jum'ah di Masjid Sebelah Kost

Tentang Pengalaman Jumatan yang Khotib-nya Bikin Jengkel Hidup adalah perjalanan kita dari satu hari Jum’at ke hari Jum’at berikutnya. Hari jumat juga terasa beda karena harus diisi dengan melakukan shalat Jum’at di masjid. Tidak boleh melakukan shalat sendiri. Shalat Jum'at di masjid lebih sedikit ketimbang shalat rakaatnya. Namun tetap dibarengi dengan adanya khotbah Jum’ah. Jika  khutbahnya cukup singkat, maka beruntunglah kita. Tapi jika khutbahnya lama, maka biasanya hawa ngantuk akan menyerang dengan kuat. Beruntunglah mereka yang datang tepat pada saat khotbah kedua, atau menjelang shalat jum’at. Sebab bisa langsung shalat Jum’at dua rakaat. Begitu sudah cukup menggugurkan kewajiban. Juga jauh dari musibah kehilangan sepatu atau sandal. Karena dia akan berpotensi pulang lebih dulu dan tidak ikut sibuk mencari sandal. Sewaktu kecil dulu aku enggan untuk masuk di dalam masjid saat shalat Jum’at. Alasan pertama sebab aku lebih tertarik ngobrol dengan teman-teman, atau kadang ...

ThanksGiving ; Terimakasih Tuhan, Untuk Semuanya

Gambar
Terima kasih Tuhan aku sudah diizinkan hidup sampai hari ini terima kasih telah menempatkanku di sini, menghindarkanku dari perilaku buruk yang berlalu terima kasih karena tidak menghukumku sebab aku pernah kecewa dengan takdir yang kau berikan Terima kasih sudah menggerakkanku untuk belajar filsafat dan menyukai beberapa buku Terima kasih sudah mendekatkanku dengan orang yang murah hati Terima kasih sudah mendekatkanku dengan Al-Qur'an Terima kasih karena engkau tidak menghukumku, sebab aku masih saja malas-malasan Terima kasih sudah mengizinkanku masuk dalam ruang yang kadang aku merasa tak pantas Terima kasih telah mendekatkanku dengan banyak hal baik selama ini Terima kasih untuk semuanya

Aku Orang Introvert

Hingga saat ini aku menyimpulkan bahwa diriku adalah orang yang introvert. Suka menyendiri dan lebih nyaman dengan kesendirian. Kebersamaanku biasanya tidak terkontrol. Saat bersama orang baik itu hanya ngobrol, atau bahkan sampai guyonan rame-rame. Aku merasa kehilangan diri di sana. Saat ini mungkin aku berada pada diriku yang sebenarnya. Namun pada saat seperti itu juga aku malah merasa bahwa hidupku terbelenggu. Aku tidak bebas. Aku malah seperti terjun bebas, tanda kendali pada diriku sendiri. Hingga kemudian aku merasa ada yang sakit saat diriku menapak. Aku tidak tahu apakah diri yang introvert ini merupakan bawaan genetik atau hasil dari dialektika lingkungan. Tapi jika harus menyimpulkan sendiri semua itu, aku akan menganggap hal ini sebagai genetik. Yang menurutku hasil dari dialektika lingkungan adalah perasaan dendam yang sampai saat ini kubawa. Aku bisa mengingat dengan detail mengenai bagaimana aku dilecehkan oleh saudaraku sendiri di rumah. Dibiarkan kelaparan dan ke...

Pribadi Yang Payah

Mungkin ini sebuah ejekan yang umum. Saat ada banyak orang yang ngomong besar, tinggi dan panjang lebar namun ternyata dia tidak melakukan apa-apa. Atau ketika ada orang yang fasih memberi nasehat atau saran kepada orang lain atas hidupnya. Sedang dalam hidupnya sendiri orang itu tidak seperti apa yang dikatakanya. Kelakuan seperti ini biasanya terdapat pada orang yang tidak benar-benar pintar, tapi juga tidak bisa dibilang bodoh. Karena orang yang benar-benar pintar lebih bisa menempatkan diri dengan apa yang dikatakannya, dan orang yang merasa dirinya bodoh akan cenderung untuk percaya pada siapa yang dianggapnya pintar. Ya. Kelakuan seperti ini terdapat pada orang yang nanggung. Mulai dari kecerdasan yang nanggung. Semangat belajar yang nanggung. Serta keseriusan dalam membuat keputusan yang tidak bisa konsisten. Orang yang berkepribadian seperti ini tidak akan menjadi apa-apa. Dia hanya akan menjadi remah-remah yang mengisi keadaan. Dia tidak akan dianggap penting. Ada dan tidak ...