Postingan

Menumbuhkan Jiwa Kanak-Kanak

Gambar
Bila kamu kembali ke masa kecil, benda apa yang ingin kamu miliki? Kali ini aku hanya akan menjawab majalah Bobo. Tidak Tamiya , bukan Gangsing Beyblade , bukan mobil Cruze Gear , apa lagi lato-lato . Hanya mungkin ini yang masih berhubungan dengan diriku hari ini. Sebuah bacaan. Saat orang-orang di sekitarku memiliki Tamiya , aku tak memilikinya. Uang saku yang kudapat dari hari lebaran tak pernah cukup untuk itu. Suatu hari aku mendapatkan uang dari seseorang, kutitipkan Mbak Ku untuk membeli lato-lato . Tapi saat aku meminta uang itu kembali, katanya uangnya sudah habis. Sudah dipakai untuk me- myangoni aku sekolah. Aku menangis sendiri, dan tak ada yang peduli dengan tangisanku. Ada hal yang lebih menyakitkan, aku baru tahu ini saat dewasa. Saat aku bertelefon dengan Mak, aku tak pernah berhenti meminta satu hal, bola. Saat itu aku cukup suka bermain bola. Mungkin karena lingkungan, juga kesadaran awal menyukai sesuatu. Kenyataannya aku tak pernah mendapatkan bola yang kuing...

Kata-kata

Gambar
 Begitu kau melihatnya Terlambat kau mengingatnya Pahami dia Resapi maknanya Pulanglah ke sana

AFORISME

Gambar
Menjalani waktu adalah tugas dalam hidup, juga anugerah, atau bahkan ujian. Namun dalam semua itu akan ada banyak yang bertambah, menjadi kenangan, menjadi teman, pelajaran dan juga pencapaian. Ah, menulis apa aku ini. Sudah lama tidak melakukannya, malah kembali dengan kalimat yang tidak jelas. Mungkin memang tak ada yang perlu dijelaskan. Menjelaskan sebuah kejelasan hanyalah merumitkan. Bukan hanya perkerjaan yang sia-sia. Kita semua adalah entitas yang menunggu. Tidak akan lebih lama atau terlalu cepat. Semua ada waktunya, dan juga pada waktunya. Hidup ini takdir, dan tugas kita adalah membuat pilihan di dalamnya. Di dalam takdir. Ya, di dalam takdir itu kita membuat pilihan. Jika yang terbaik adalah kosong, maka yang terisi hanyalah beban. Tidak penting apakah semua ini nyata, atau hanya tampak nyata. Kita bahkan hidup di alam mimpi. Sejauh mana pun langkah itu menuju, ia tetap berada di tempat yang sama. Cobalah untuk menengok kiri kanan, tengok juga ke dalam. Aku masih sel...

Sepuluh Tahun Berceloteh: Refleksi pada Satu Dekade Blogging

Gambar
Entah pada bulan apa dan tanggal berapa, yang kuingat hanya aku membuat blog ini pada tahun 2013. Sama halnya ketika aku membuat twitter. Mungkin jangka waktunya berbeda. Kubuat blog ini dalam pengajaran ITC di kampus. Sebab memang ada hari di mana ada pelajaran membuat Blog. Kemudian blog ini berkembang searah degan hasratku untuk mengisinya dengan cerita. Aku bahkan tidak banyak memasukkan makalah atau tugas kuliah di sini. Lebih pada persoalan personal yang kutuliskan. Lebih dalam rangka menghibur diri. Cerita-cerita keresahan, kenaifan, juga beberapa pikiran bodoh yang pernah ada. Aku tidak bisa bilang blog ini adalah sejarah dalam perjalanan kuliahku hingga sekarang. Sebab ada masa-masa hipokrit ketika aku menghapus beberapa unggahan mengenai cerita cinta. Juga cerita-cerita kecewa dalam hidupku. Sempat juga aku ingin lebih “membersihkannya” blog ini agar tampak bagus dan rapi. Ada ketakutan kalau orang akan menganggapku buruk ketika dia membaca blogku yang dulu-dulu. Namun it...

Sang Penghibur

Gambar
Terimakasih malam ini Sobat @padireborn Tak ada satu pun yang mampu menjadi sepertimu. pic.twitter.com/83cIdqOHHp — Arwani Muhammad (@arblam) May 27, 2023   Setiap perkataan yang menjatuhkan Tak lagu kudengar dengan sungguh Juga tutur kata yang mencela Tak lagi ku cerna dalam jiwa Aku bukanlah seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati Ku hanya pemimpi kecil yang berangan, tuk merubah nasibnya Tabuhan drum dari Yoyo mengawali lagu itu. Setelah lama berdiri untuk menunggu penampilannya, akhirnya “Sang Penghibur” itu datang. Sudah ku prediksi kalau lagu itulah yang akan menjadi song-list pertama. Aku tak bisa menahan diri untuk ikut bernyanyi dan melambaikan tangan. Band ini bukan hanya idola, tapi juga pengisi jiwaku. Oh, bukankah ku pernah melihat bintang Senyum menghiasi sang malam Yang berkilau bagai permata Menghibur yang lelah jiwanya, yang sedih hatinya Ku hayati lirik itu ketika aku bingung dan lelah. Sering berharap dalam hati, “kapan bis...

Sakit

Setelah meriang dalam 2 hari, pikiran sempat terjebak di masa lalu. Kira-kira 5 tahun lalu. Sendiri, lapar, bingung dan kesepian . Semoga kau tidak mengalaminya.

IKAN DALAM KOLAM(Jiwa Yang Tenang)

Gambar
aquarium, animal and fishbowl by kazuend (@kazuend) Belakangan ini sering sekali terdengar lagu ikan dalam kolam . Aku tidak menyukai lagu itu. Tidak suka bukan berarti membenci, begitu yang kupelajari dari kisah Dilan, selain dari kalimat, “ jangan rindu, rindu itu berat. Kamu gak akan kuat, biar aku saja. ” Tapi lagu itu begitu dekat dengan budaya kita. Nuansa melayu dan juga kasidah yang khas. Kasidah dalam benakku adalah jenis musik populer di bumi Padang Pasir, bukan soal agama. Walau tak suka, aku tak pernah keberatan untuk mendengarkannya. Hanya saja aku tak pernah secara pribadi memutarnya. Aku tak menganggap lagu itu jelek, hanya bukan termasuk top of mind di kepalaku. Rasanya jiwa ini masih terpaut pada budaya lama. Jika aku ingin mendengarkan musik dangdut, yang muncul di kepalaku H. Rhoma Irama dan Evi Tamala. Begitu juga dengan musik kasidah, yang ada di benakku masihlah Nasida ria atau album Cinta Rosul volume 1 sampai 7, atau album Pondok Langitan. Begitulah pikiranku ...