Postingan

Kaki Lima

Gambar
Halo Blog Kemarin aku baru membaca buku yang ditulis oleh temanku, Isma. Secara wadah, buku itu cukup bagus. awalnya aku merasa aneh dengan desain dan layout -nya. Namun setelah memandangnya dengan penuh perenungan, dan juga melihat sisi baik dari desain tersebut, maka aku menganggap desain buku ini cukup bagus. hal-hal yang pada awalnya kukira janggal menjadi termaafkan. Warna yang dihadirkan cukup cerita, rasanya ini adalah warna dari zaman baru yang begitu terbuka dan mengedepankan kenyamanan pandangan. Beberapa mode desain lama, seperti gambar yang ikonik dan penulisan yang tegas, tidak begitu kupedulikan. Kukira biarlah gaya zaman baru berjalan dengan apa adanya, tak perlu ada ikatan dengan gaya lama yang mungkin sudah akrab dengan kita. Secara keseluruhan, menurutku ceritanya biasa saja, tidak tampak narasi besar yang bisa di tangkap. Namun beberapa detail cerita begitu menarik. Kukira detail-detail itu adalah catatan kehidupannya yang dia abadikan d...

000

Ya Allah  Ku letakkan semua harapan dalam kepasrahanku padamu.

Hai Blog

Gambar
"Yang terkuat dari semua prajurit adalah keduanya; Waktu dan kesabaran." Leo Tolstoy(War And Peace) Hai blog Akhir-akhir ini, semangat untuk bercerita mulai tumbuh kembali. Aku merasa perlu menulis untuk melakukan sesuatu yang kuinginkan. Bukan karena kesepian, atau karena ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan atau kurefleksikan. Lebih karena aku merasa harus memberikan waktuku untuk menulis. Terserah apa yang akan ditulis. Persetan dengan apa yang akan di-celoteh-kan. Aku hanya ingin memberikan diriku untuk pekerjaan ini. Tahukah kamu apa yang membuat hidup ini bermakna? Aku merasa tak memiliki jawabannya. Kukira pertanyaan itu hanya untuk rumput yang bergoyang, layaknya lagu Ebiet GAD. Tapi aku tergelitik pada suatu buku yang memperdebatkan soal makna dan kebijaksanaan. Ternyata dua hal itu punya dimensi yang berbeda. Orang yang belajar banyak ilmu kebijaksanaan belum tentu bermakna hidupnya, begitu pun sebaliknya. Mereka yang hidupnya bermakna tidak mesti banyak bel...

Kerjakan Pikiran

Gambar
Malam menjadi semakin pagi, sedang aku tak juga bisa mengisinya dengan tidur. Masih terlalu terang mataku, tapi sudah terlalu malas pikiranku untuk melakukan sesuatu. Yang terjari adalah, terkapar dengan pikiran ke mana-mana. Mendengarkan pengajian yang tak juga menjadikan kantuk. Padahal aku ada janji untuk melakukan pekerjaan pagi nanti. Rasanya benar-benar sia-sia. Tiba-tiba saja pikiranku terhampiri oleh aneka pertanyaan . Apa yang selama ini aku lakukan? Akan kah aku menjalani hidup benar? Adakah ternyata aku hanya membiarkan diri dalam kesia-siaan? Sampai kapan aku memeluk kebohongan hidup seperti ini? Akankah ini tidak bermakna? Aneka pertanyaan itu menelanjangi jiwaku. Tak ada yang bisa kulakukan, selain menerimanya dengan rasa malu. Selama ini aku banyak melihat kepalsuan dalam dunia orang lain, tapi aku lupa akan kepalsuan dalam diriku. Aku juga terus berkomentar pada kebodohan orang lain, tapi tak peduli pada kebodohan diriku. Aku merasa terjun terlalu bebas pada jurang...

AH

Malam ini, masih belum bisa tidur, sudah baca buku sampai gabut, sudah gak enak lagi dipaksa. Lanjut saja Play lagu Lene Marlin di Spotify. Mood jadi lebih baik. Namun pikiran tambah kemana-mana. Ah sudah lah, 

Umur

Umur tiga puluh tahun, aku tidak menjadi apa-apa, sebab belum memutuskan apa-apa Umur dua lima tahun, aku menikmati hidup dan penderitaanku, sambil membuat keinginan yang tidak serius Umur dua puluh tahun, aku mulai bingung untuk jadi apa dan harus bagaimana Umur lima belas tahun, aku kesepian dari semua orang yang aku tahu Umur sepuluh tahun, aku anak bodoh yang suka menangis Umur lima tahun, aku anak kecil yang tak mengenal ibu Aku tak tahu kenapa aku dilahirkan Tegal, 10/07/2024

Empat Kali Nonton Film Di Bioskop Dan Dibayari

Gambar
Film   Bioskop Aku berani bilang bahwa diriku pecinta film, tapi aku sama sekali bukan pecinta bioskop. Lebih banyak waktu kuhabiskan untuk nonton film di laptop, handphone, dan kali ini tablet. Ya, sampai detik ini aku masih begitu familiar dengan film bajakan. Masih menonton film di situs bajakan di internet. Rasanya aku masih belum berada pada level berlangganan nonton film secara legal, hanya beberapa waktu aku bisa mendapatkannya dari langganan kuota internet. Sisanya adalah hasil dari berselancar di beberapa situs bajakan. Aku tak punya pembelaan diri atas ini, anggap saja ini dosa kecilku yang sampai detik ini belum juga kutuntaskan. Aku tahu beberapa tokoh legendaris dunia film, sebagian kecil tokoh Indonesia, sebagian besar adalah tokoh mancanegara. Sebut saja Robert D Niro, Tom Hank, John Travolta, Michel Yeoh, Chu Yun Fat, Helen Miren, Engelina Joly, dan juga Monica Belucci. Namun di antara banyak tokoh terkenal yang kutahu, tokoh film favoritku saat ini adalah Denze...