Postingan

Bahagia Terasa Mudah Dengan Itu

Gambar
Hai Blog Ini sudah jam enam pagi. Aku beranjak ke kantor untuk menulis entah apa. Sebab sedari malam aku tak bisa tidur. Padahal waktu tidurku tidak banyak kemarin. Aku hanya tidur jam satu siang sampai jam empat sore. Kemudian kesirep beberapa menit pada jam 8 malam. Setelah itu malah tak ada rasa mengantuk. Sudah kucoba untuk rebahan, mematikan lampu dan terus memejamkan mata, tapi tetap ada kesadaran. Pada akhirnya membuka ponsel lagi, dan meliat video sampai pagi. Mungkin karena aku tak disiplin sejak awal. Tak mau meninggalkan gawai saat mau tidur. terus berpikir untuk menonton sampai bosan, dan berharap kebosanan itu akan membuatku tertidur. Pada kenyataannya tidak. Kebosananku malah banyak termanipulasi oleh gawai tersebut. Semakin lama aku menonton, semakin aku penasaran untuk menonton lagi, dan lagi. Dengan pasrah, aku menawarkan diri untuk menjadi komoditas aplikasi media yang menjual tempat iklan. Ah, bodoh sekali. Padahal masih ada beberapa buku yang belum kuselesaika...

Tanpa Lagu "Legenda", Gus Dur Tetap Idola

Gambar
View this post on Instagram A post shared by Fotografer Indonesia (@fotograferindonesia__) Masih bulan Desember, berarti masih bulan Gus Dur. Masih bisa mengenang beliau lewat lagu ini. Baru tadi malam aku membaca dari membuka akun Instagram Arbain Rambey, meliat koleksi foto berserta ceritanya, dan aku melihat salah satu fotonya dijadikan isi video klip. Itu adalah video klip lagu berjudul "Legenda", dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari. Langsung aku beranjak untuk menontonnya di YouTobe. Lagu itu memanglah bagus, baik lirik maupun iramanya. Namun setelah aku mendengarkan versi Sheila Majid pada tahun 1990, ternyata aku lebih suka versi yang lama. Versi Sheila Majid pada 1990 terdengar lebih bagus secara keseluruhan, baik itu musiknya maupun vocal-nya. Tentu ini pendengaranku secara pribadi. Versi 1990 lebih halus secara aransemen. Petikan pianonya bisa menyentuh ke hati. Begitu pun dengan suara Sheila Majid, khas Melayu dan halus. Terasa lebih dalam ...

500 Day Of Summer; Tentang Cinta Dan Usia Percintaan

Gambar
Tom Hansen, seorang pria yang bekerja di sebuah kantor pembuat kartu ucapan. Pekerjaan ini bukan mimpinya. Sebarnya, dia ingin menjadi seorang arsitek. Namun keadaan "melemparkannya" ke kantor itu. Kemudian muncul orang baru di kantornya, namanya Summer. Dijelaskan bahwa, Summer adalah sosok istimewa. Sudah jelas dia cantik, tapi tidak hanya itu, ada banyak sisi menarik yang membuat dirinya layak untuk diistimewakan. Dalam banyak hal, dia mendapatkan banyak keberuntungan. Di sisi lain, dia memberikan keberuntungan pada pihak yang dekat dengannya. Mungkin ini takdir dalam hidupnya, mendapatkan anugerah dapat menarik perhatian orang lain, bahkan dengan tanpa perlu berusaha. Jika hanya hannya melihat dari keterangan film tentang Summer -orang yang menarik dan selalu diistimewakan-, tampaknya hal itu hanya ada dalam cerita. Namun secara pribadi aku pernah melihatnya. Bahkan terasa pernah dekat dengan orang tersebut. Saat mendengar rumor jika Summer cukup sombong dengan keca...

Masih Emosional Dalam Bercerita

Gambar
Hai blog Sekitar jam 5 tadi aku bangun dari tidurku yang dimulai jam 12 siang. Beranjak ke kamar mandi, melewati gerimis untuk mencuci muka, lalu asaran . Tidak cuku puas rasanya, tidur dari jam 12 sampai jam 4, tapi ini terasa lebih baik. Begadang semalaman adalah sudah menjadi kebiasaanku dari kemarin. Bukan karena aku menginginkannya, melainkan aku yang tak bisa tidur setiap malam. Jika malam tidak tidur, maka sudah pasti akan mengantuk sekali saat siang, dan jika siang kulampiaskan untuk tidur, maka malamnya akan kembali insomnia. Ini sudah menjadi siklus lingkaran setan sejak lama. Berulang kali aku mencoba memutusnya, tapi berulang lagi pada akhirnya. Seperti ada sesuatu yang belum siap untuk tidur malam dan bangun pagi. Mungkin karena keadaan yang menyamankan, atau ketidakseriusan untuk berubah, bahkan walau pelan. Aku termasuk orang yang suli dibangunkan saat pagi, begitulah yang kuingat sewaktu kecil. bapakku menghabiskan banyak tenaga untuk membangunkanku. Tapi tidak j...

Jawaban Tiga Capres Soal Kebudayaan?

Gambar
Sungguh disayangkan jika pada debat capres kemarin tidak membahas soal budaya. Padahal itu adalah unsur penting dalam bernegara. Sebagaimana yang dikatakan Soekarno tentang TRISAKTI. Yakni berdaulat dalam politik, berdikari secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya. Kedaulatan politik dan berdikari secara ekonomi merupakan hal yang ramai dibicarakan. Terutama sekali mengenai berdikari secara ekonomi. Ada banyak gagasan dan program mengenai itu. Namun arah bangsa sudah seharusnya ditopang dari budaya yang bermartabat. Sebab budaya adalah cermin peradaban. Pembukaan UUD 45 tidak hanya memiliki tendensi politik dan ekonomi, tapi juga mengandung unsur budaya, baik itu budaya fisik maupun non fisik. Budaya fisik adalah karya seni, musik, lukisan, sastra, patung, tari, patung dan aneka hal lainnya bisa menjadi komoditas. Sedangkan budaya non-fisik adalah kepribadian, mental, sikap hidup, kemanusiaan, keadilan, dan aneka sikap positif yang mencerminkan cita-cita bangsa. Dalam budaya f...

Selamat Menonton Film Home Alone Bagi Yang Merayakannya

Gambar
Tidak merayakan natal, tapi film Home Alone 1990, selalu layak untuk ditonton kembali. Ini adalah film khas Natal. Namun sesungguhnya ini tentang keluarga. Setiap orang punya cerita dengan keluarganya, dan film ini berusaha membangkitkan imajinasi itu. Menonton untuk yang kesekian kali, dan dengan penuh kesadaran untuk kali ini, rasanya lebih baik untuk direfleksikan. Sebab kita dulu menonton karena libur sekolah, dan TV selalu menyediakannya. Film dimulai dengan satu keluarga besar di Chikago yang gaduh, Tukang Pizza yang ugal-ugalan, dan pencuri yang menyamar menjadi polisi. Lalu ada seorang anak berumur delapan tahun, yang merasa di intimidasi oleh keluarganya. Dia mencoba melawan, dan pada akhirnya malah dianggap biang kesalahan. Kemarahan membuatnya membenci keluarga, dan berharap semua orang menghilang dari rumah. Hingga pada akhirnya sebuah tragedi membuat hal itu terjadi, dan itu menumbuhkan rasa kesepian dalam dirinya. Sisi komedi, atau hal yang membuat anak-anak senang me...

Mimpi-Mimpi Einstein ; Sebuah Selayang Pandang

Gambar
Ini adalah “dunia” kesadaran Albert Einstein tentang waktu, dan obrolannya dengan Michel Besso yang merupakan sahabatnya. Aneka pergolakan imajinasi sebelum sang jenius itu mengajukan teorinya mengenai waktu. Ada berbagai perumpamaan, analisa, dan juga imajinasi yang tak mampu dijangkau banyak orang. Ada pandangan bahwa waktu itu sirkular, sebuah perputaran pada porosnya. Pandangan itu terletak di catatan pertama setelah Prolog. ANDAIKAN waktu adalah suatu lingkaran, yang mengitari dirinya sendiri. Demikianlah, dunia mengulang dirinya sendiri, setepat-tepatnya, dan selama-lamanya. ... Atau ada juga pandangan mengenai dua jenis waktu ; DI DUNIA ini ada dua jenis waktu. Waktu mekanis dan waktu tubuh. Waktu yang pertama kaku, laksana pendulum besi raksasa yang berayun maju-mundur. Waktu yang kedua bergeliang-geliut seperti ikan cucut di teluk. Waktu yang pertama tak dapat ditolak, telah ditetapkan sebelumnya. Waktu yang kedua mengambil keputusan sekehendak hati.... Ada pandang...